Translate indyefa michealblog'rs

Sabtu, 19 April 2014

ETOS KERJA JEPANG



PERKEMBANGAN MANAJEMEN PEMASARAN
DIJEPANG

I.                   Pendahuluan
      
         Mempelajari sistem pemasaran sebuah negara sangat menarik karena kita dapat mempelajari sebuah kelebihan dari sebuah sistem pemasaran yang dibangun pada sebuah negara sekaligus membangun bisnis Indonesia. Sistem pemasaran Jepang mulai diperkenalkan kepada khalayak ramai pada tahun 1960 oleh anggota Mitsui yang berlokasi di Tokyo.Peristiwa ini dimulai dari pembukaan gedung pertama yang menjadi penanam modal bagi para pelanggan.

        Di masa awal
itu, seluruh sistem perdagangan dikuasai oleh para pemborong dan pedagang besar dimana mereka bertindak sebagai orang ketiga. Hubungan perdagangan yang tercipta kala itu sangat tertutup.Lalu kaisar Meiji mengadakan perubahan sehingga sistem perdagangan menjadi terbuka. Keadaan menjadi berubah pada era 1930 dimana dikala itu pendekatan pemasaran  Amerika Serikat mulai diterapkan. Dampak pelaksanaan sistem perekonomian ini adalah bermunculan para konsumen dalam jumlah yang besar dimana mereka berperan dalam perekonomian Jepang yang mengalami penanjakan cukup cepat.

        Kondisi seperti ini telah menimbulkan persaingan ketat yang akan terjadi antar perusahaan guna menarik pasar. Oleh karena itu sistem pemasaran di Jepang lebih banyak dipengaruhi oleh sistem kapitalis yang berlaku didunia barat dimana para tim pengusaha Jepang dikirim guna mempelajari teknik pemasaran di negara barat.


I.                   ISI
       
         Jepang berhasil membangun sistim dan tingkat ekonominya dari reruntuhan perang dunia II,tahun 1945.Sukses ekonomi jepang bertitik tolak dari akar kebudayaan jepang terutama yang mencakup disiplin,kerja keras,loyalitas terhadap perusahaan dan pimpinan dan kemajuan untuk  menerima perubahan demi kemajuan.Jepang adalah bangsa yang hemat.
Tahun 1981-1982 perdagangan jepang mencapai surplus kira-kira 18 milyar dolar pertahun yang mengalahkan perekonomian amerika saat itu,dan amerika berusaha menerobos pasar jepang dengan tujuan mempelajari sistem pemasaran dijepang.
        Manajemen pemasaran yang dilakukan negara jepang untuk hasil
produktifitasnya,agar dapat kita mengetahui dan lebih jelas bagaimana jepang melakukan manajemen pemasaranya dan meningkatkan produktifitasnya dapat kita ketahuan dengan kita bahas apa itu manajemen.
        Manajemen adalah sebuah proses yang dilakukan untuk mewujudkan tujuan organisasi melalui rangkaian kegiatan berupa perencanaan ,pengorganisasian,pengarahan,dan pengendalian orang-orang serta sumber daya organisasi lainya.
        Manajemen tujuanya adalah agar organisasi dapat dicapai dengan efektif (mengerjakan pekerjaan yang benar)dan efesien(mengerjakan pekerjaan dengen benar).Ciri-ciri yang menonjol dari manajemen jepang adalah Gemeinschaft (peduli sesama),sifat Makoto(kesungguh-sungguhan),sifat Produktifitas(ingin no I),kejujuran dan prinsip tepat waktu.
        Pemasaran adalah pengendalian  dan pelayanan para penyalur hasil prokduksi atau proses teknik atau cara supaya barang hasil produksi diterima dan berkembang.Pemasaran harus memiliki teknik dan cara yang baik agar dapat diterima oleh orang banyak.Manajemen pemasaran sangat penting untuk kesuksesan perekonomian suatu negara,jepang sukses perekonomianya karena manajemen pemasaranya yang baek.

       
        Beberapa aspek pemasaran yang diterapkan di Jepang, antara lain : mengimpor buku-buku pemasaran yang berasal dari negara barat (dalam hal ini Amerika Serikat) kemudian menerjemahkan ke dalam bahasa Jepang, mengirim beberapa tim pengusaha Jepang menuju Amerika serta belajar dan menyesuaikan dengan segala ilmu pemasaran yang berlaku.
       
Jepang memiliki kemampuan memasarkan produknya ke negara lain secara komersial. Sistem pemasaran yang efektif menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi di negara tersebut. Jepang membuktikan mereka dapat menembus semua pasaran termasuk negara-negara yang bermusuhan dengannya. Sentimen kebencian terhadap kekejaman Jepang tidak sedikit pun memengaruhi produk yang dihasilkan. Sebaliknya, produk-produk Jepang digunakan secara bebas di negara yang dulu pernah dijajahnya. Jepang seolah-olah hendak menebus dosa dengan membantu dan memimpin pembangunan kembali perekonomian Asia.
        Sebagai fakta yang terjadi pada negara Jepang adalah beberapa perusahaan Jepang seperti Hitachi serta Toshiba dimana mereka membuat beberapa cabang serta anak perusahaan guna menjalankan beberapa kegiatan yang terkait dengan pemasaran serta penjualan barang yang terbagi atas dalam negri serta luar negri. Masing-masing fungsi itu dipisahkan agar dapat melayani konsumen didalam serta diluar negri.
        Pada negara Jepang sendiri, bermunculannya pusat perbelanjaan dengan sistem diskon serta pemasaran yang luas sehingga menjamin penjualan yang cepat. Selain bermunculannya pusat perbelanjaan, waralaba juga mulai tumbuh subur dimana waralaba ini bercorak vertikal yang terlihat dari bisnis penjualan mobil yang dikelolanya. Sistem ini bergerak dari produsen ke konsumen, sebagai contoh konsumen mobil yang menerapkan harga tetap pada setiap produk yang dijualnya. Agen periklanan di Jepang juga merupakan agen yang terbesar didunia yang dikenal dengan Dentsu.

Salah satu fakta menarik dari sistem pemasaran Jepang adalah tidak meniru dunia barat secara utuh tetapi menyaring budaya tersebut melalui menjepangkan pemasaran dunia barat dengan cara mempelajari cara-cara menyelaraskan fungsi pemasaran serta memperbaiki kaidah pengembangan barang. Belajar pemasaran dari negara Jepang akan membuat kita mempelajari kesuksesan yang telah diaplikasikan para pelaku bisnis pada negara tersebut.

v  Perkembangan Manajemen Pemasaran di Jepang

I.                   Pemasaran Gaya Jepang

        Pada tahun 1945 kira-kira 60 tahun yang lampau pabrik-pabrik jepang telah dihancurleburkan,rakyat yang melarat dan menghadapi kelaparan,mata uang berada dalam inflasi yang tidak terkendalaikan,kegiatan politik yang kacau balau.Jepangpun tidak memiliki sumber daya alam yang mutlak untuk diperlukan untuk menyelenggarakan perekonomian modern.Kebanyakan pengusaha Jepang waktu itu hanya fasih berbahasa Jepang dan sedikit pengetahuan tentang pasaran,dan barang-barang hasil produksinya sebelum perang dunia kedua bermutu rendah-murahan.
        Dalam waktu 20 tahun Jepang akhirnya mampu menjadi negara no 2 didunia ditinjau dari kemakmuran rakyat dan perekonomianya.Keajaiban Ekonomi(economic miracle) Jepang mampu dengan penuh sukses mengatasi hambatan terhadap negaranya.produksinya terus menerobos masuk kesetiap sudut dunia seperti National(Matsushita),Sony,Toyota,Canon,Seiko,Nikon,Shiseido,dll.Penetrasi
         Jepang kini tengah menyusun pasar pasaran (target market),agar lebih bermutu.
Keberhasilan menjadi cambuk bagi negara-negara lain.Melajunya jepang mau tidak mau menggelitik kita semua untuk mempelajari strategi pemasaran Jepang ,ketermpilan jepang dalam melaksanakan strategi pemasaran bersaing,Jepang menemukan prinsip-prinsip pemasaran baru atau mereka menerapkan secara efektif.
Ada yang menyebut tantangan Jepang ini sebagai persaingan baru (new competition).Persaingan baru itu dicirikan beberapa siafat (atributes):

·         Panduan dan subsidi Pemerintahan pada pengembangan industrial.
·         Proteksi secara eksplisit maupun tak kentara terhadap persaiangan asing                      didalam  negri agar dapat memungkinkan laba yang tinggi pada pasaran dalam negeri untuk membelanjai pengembangan ekspor.
·         Tenaga kerja yang intelegensi ,disiplin dan keterampilanya tinggi yang bersedia    bekerja dengan upah yang lebih rendah dibandingkan dengan negara-negara barat.
·         Hubungan yang harmonis antara serikat buruh dan manajemen.
·         Tersedianya modal dengan mudah atas dasar tingkat bunga yang rendah.
·         Sumber modal yang menerima tingkat perputaran rendah dan suatu masa pelunasan yang cukup lama,yang memungkinkan perusahaan membuat rencana jangka panjang.
·         Orientasi pada industri dengan teknologi menengah dan tinggi yang merupakan landasan industri barat ,dan suatu program yang aktif untuk menghapus (phasing out) industri yang dianggab usang (sunset atau sundown industries).
·         Suatu keterikatan pada mutu tinggi dan produktivitas tinggi,dengan memastikan bahwa gerakan produktivitas ini tidak mengorbankan mutu produk.
·         Konsep bisnis dan strategi pemasaran canggih yang dirancang untuk memenangkan kepemimpinan dalam bagian pasar (market share) dunia dalam industri yang ditargetkan.

        Kerberhasilan jepang dipahami sebagai dari interaksi yang kompleks dari berbagai faktor yang penting dan dapat diklasifikasikan kedalam empat lingkungan sosiokultural ,lingkungan pemerintah bisnis ,lingkungan persaingan dan lingkungan organisasi.Faktor-faktor mendukung kemampuan bersaing yang luar biasa dipihak perusahaan jepang.Kemampuan bersaing yang dibarengi oriantasi strategi pemasaran memungkinkan dominasi Jepang dalam berbagai pasaran terpenting di dunia.

                           The Japanese Succes Modal
      



Cultural         Education
characteristics  system
Sosiocultural Environment

 


Marketing
as the coordinating capstone of Japanese trading succes



Japanese
firms’
Competi-
tivenes


Global markets
dominance
Goverment      Business
institutions     institutions
Goverment—Business
         Environment


 

Intensity of domestic
        competition
Competitive Environment
Management-labor
cooperation
Employee training
and development
Consensual
management
QC cirles
Lifetime
employment




Organization Environment










       2.        Strategi Pemasaran yang Mantap


        Prestasi ekonomi Jepang diakui oleh ilmuwan Wee-Chow How dan Ohmae perlu dipelajari dan dimonitor dalam implementasinya agar mempunyai keandalan bersaing.Yang sangat penting adalah strategi ,khususnya strategi pemasaran,tanpa strategi pemasaran banyak keunggulan itu akan lenyap.
        Kemampuan bersaing tidak menghasilkan sukses ekonomi dan perdagangan ,pertarungan pemasaran ofensif maka unsur yang tidak boleh diabaikan adalah kemampuan menyerang  dan mendeteksi pikiran serta strategi lawan.
kebersihan jepang setelah dekade 1970-1990 merupakan bukti nyata pentingnya perencanaan pasar strategik dan menerapkan konsep teknik pemasaran yang mutakhir
        Menurut Peter Drucker seorang ahli mamajemen menemukan pemasaran dijepang sekitar tahun 1650 oleh kelurga Mitsui di Tokyo,membuka toko serba ada (departement sotre) pertama di dunia ,barulah abad ke-20 bermunculan yang lainya,mendesain produk untuk kepentingan pelanggan ,mengembangkan sumber daya untuk produksi dan gagasan menawarkan asortimen yang luas ,jadi jelaslah yang pertama mempelopori pemikirin pemasaran dan mengembangkan berdagang sebagai penyalur besar (wholesaler) dan usaha enceran (retailing) adalah MITSUI.
        Jepang kedatangan Admiral Perry  tahun 1953 ,jepang mengalami transformasi besar-besaran.Reformasi Meiji mengembangkan jepang menjadi bangsa yang kuat secara ekonomis dan militer dengan tujuan mempertahankan diri dari pengaruh dari pihak barat. Sektor industri raksasa (large scale industries)  mendorong industrialisasi di Zaman Meiji,perdagangan yang kuat membentuk industri besar dan kelompok menjadi kuat.
        Berkembangnya pemikiran pemasaran jepang terjadi setelah PD II selama 1950-an,salah satu dari kebijakannya adalah pemulihan ekonomi dan timbulnya masyarakat konsumsi masal(mass consumption society).selama masa itu kapita meningkat dan hebatnya menciptakan suatu kenaikan dalam konsumsi dan tuntutan hidup yang lebih baik.
         Perusahan-perusahaan Jepang untuk bisa merebut saham pasar (market share) dibutuhkan sarana pemasaran yang lebih canggih dibandingkan sebelum adanya gerak kerah itu,seperti efek bola salju( snow ball effect) pemasaran menjadi objek diskusi dan pendalaman baik dikalangan usahawan dan akademik,dikalangan akademik pelajaran membahas manajemen pemasaran dalam teori dan praktiknya.Para ilmuwan jepang pemasaran lebih spesialistik ,pembaharuan dari teori-teori pemasaran amerika.
        Dalam bidang bisnis Jepang dipengaruhi oleh amerika,komando tertinggi amerika menyediakan sarana pelatihan untuk membina para ahli Jepang dalam manajemen bisnis,agar bisa diterapkan diperuhaan Jepang,tahun 1955 didirikan Japanese Productivity Center menjadi lembaga terpenting untuk memperkenalkan teknik manajemen dan pemasaran.Amerika memperkenalkan konsep pemasaran modern dalam perusahaan Jepang.Dr Edward Demming diundang ke Jepang untuk mengajar riset pemasaran dan pengendalian mutu merupakan unsur pemasaran terpenting yang diserap dan diterapkan oleh perusahaan Jepang.
        Tahun 1960-an perusahaan Jepang yang bergerak dibidang isndustri terus menyerap konsep pemasaran Barat ke dalam operasi merekaAmerika menjadi model pemasaran Jepang.Mengenai organisasi fungsi pemasaran meningkatkan prosedur pengembangan produk dan penentuan kontrol yang efektif dan saluran pemasaran ,ketekunan dan rasa ingin tahu dan pantang menyerah terus menjiwai para manajer,sehinga perusahaan jepang yang top beralih dari orientasi produksi menjadi orientasi pemasaran (marketing oriented).
        Funsi pemasaran sama pentingnya dengan fungsi produksi dan keuangan ,dalam perusahaan indusrti besar produk yang sangat diversifikasi ,maka konsep produk diutamakan kemampuan pemasaran dalam tiap hasil produksi ,guna menjembatani kegiatan bisnis yang meningkat dalam pasaran internasional.Divisi internasional menyerap strategi pemasaran .
Tranformasi kecilan menjadi berorientasi pada usaha barang masal ,operasi berantai.pasar swalayan dan toko murah mulai bermunculan,taknik promosi yang agresif.Teknik bisnis Amerika menjadi acuan pertama bagi pemasaran Jepang.

        Jepang selalu mencari jalan untuk memperbaiki pengendalian saluran distribusinya dan pemasaran hasil produksinya yang terus berkembang secara efektif,mereka menerapkan konsep Amerika seperti sistim pemasaran vertikal dan dikenal dengan “franchising”.Perubahan dalam organisasi dan saluaran distribusi perusahan jepang menerapkan strategi pemasaran modern ,seperti peiklanan dan promosi penjualan untuk menciptakan permintaan ,faktor itu mengetengahkan perusahaan yang mengalami pemasaran.
        Gaya pemasaran Jepang berkembang sebagai akibat interaksi antara pemasaran Jepang  tradisional dan gaya barat ,mereka taw gimana belajar dari negara lainya,pasaran domestik maupun pasaran internasional,dewasa ini sangat berorientasi pada pemasaran .Yang dihormati dalam sebuah negara,pasti akan dikembangkan itu  ungkapan yang dipraktikan Jepang,demikian pentingnya pemasaran dijepang,setiap tahunya Jepang mengganti pemasaran di Jepang,peruhaan top menunjukkan keunggulanya dalam orientasi pada pelangganya,dalam setiap fungsi pemasaran dan dalam profitabilitas.
        Keajaiban ekonomi jepang yang paling mengesankan adalah kebangkitan Jepang dari reruntuhan akibat PD II ,bahkan tidak menamakan jepang sebagai superpower(adikuasa) tetapi superstate(the japanese Challaenge).Munculnya industri-industri raksasa Jepang selama dua dekade  dalam skala fortune,dan munculnya persaingan internasional,kepekaan dan kemauan belajar menciptakan manusia eksekutif Jepang .Pengenalan lingkungan baik pasar maupun pesaing merupakan syarat utama perusahan berani melangkah keluar dalam pesaing internasional.Keberhasilan demi keberhasilan dalam bidang pemasaran menempatkan fortune 500 ,kegagalan pastipun ada,tetapi mereka kelemahan maupun keunggulan selalu menitik beratkan pada manusia sebagai sumber daya utama.
        Nama-nama perusahan Jepang semakin dikenal di arena internasional ,menjadi skala besarnya operasi atau revenue harta(esset)mereka.Contoh-contoh nama perusahan Jepang yang berkembang akibat pemasaran yang baik adalahToyota,Honda,Ajinomoto,Nippon,Fuji,Sony,Nissan,Mitsubishi,Fujitsu,Hitachi dan lain-lain,masih banyak lagi.
       
        3.        Klasifikasi Perusahaan Jepang dalam Pemasaran
 
Perusahaan Jepang diklasifikasikan menurut :
·         Kategori industri
·         Besarnya dan saham pasar (market share)
·         Kelompok perusahaan
Suatu perusahaan termasuk urutan top disebut suatu ichi-ryu (kelas satu),disusul perusahaan ni-ryu (kelas dua ),dan san-ryu (kelas tiga).
        Perbedaan antara perusahaan kelas satu dan kebanyakan kelas dua cukup besar ,seperti kategori industri dijepang,urutan perusahaan kelas dua dan tiga biasanya tidak setegas yang satu,ichi-ryu sangat ketat sering kali berada diluar jangkauan prilaku rasional resepsi perusahaan barat.Merupakan motivasi mendorong perekonomian Jepang,para lulusan berlomba untuk memasuki perusahaan ichi-ryu.
        Pengelompokan perusahaan agar mendorong untuk  berusaha mencapai tingkat yang lebih tinggi.Pihak Japan Management Association mengahadiahkan award bagi perusahaan yang top berorientasi pada pelanggan.Salah satu sumber kekuatan Jepang adalah kemauan bangsa jepang untuk berkorban,diajar mengabdikan karya dan kehidupan untuk memenuhi berbagai kewajiaban yang merupakan inti masyarakat mereka.
        Profesor Edwin O Reischauer dalam bukunya tetap mempertahankan kulturnya,sekalipun keterbukaan mereka menyerap pengaruh barat ,penyerapan ini malah memperkuat negara Jepang tanpa kehilangan identitas mereka,memegang teguh tradisi mereka,mereka mampu modern tanpa kehilangan jiwa (soul) mereka.Pengusaha Jepang mencurahkan perhatian mereka pada usaha memperhalus strategi pemasaran ,memberi tekanan segmentasi pasar dan iklan gencar karena pembawaan kultural,bangsa jepang tidak merasa takut untuk belajar dari kesalahan mereka,terus mencari perbaikan terus-menerus dan memperhatikan lingkungan pemasaran.

        Filsafat umum tidak lepas dari diri rakyat Jepang.Disinilah perbedaan pikiran barat dan bangsa asia .Pemilihan momentum (timing) strategi merupakan hal yang penting dan tidak bisa dikuasai tanpa praktik.
Langkah-langkah strategi dalam penerapan pemasaran:
·         Janganlah berfikir tidaj jujur
·         Caranya adalah melatih diri
·         Kenalilah setiap diri
·         Pahamilah cara semua profesi
·         Bedakanlah antara untung dan rugi dalam masalah keduniaan
·         Kembangkanlah penilaian intutif dan pemahaman akan tiap hal
·         Tangkaplah hal-hal yang tidak tanpak
·         Perhatikanlah hal-hal sekecil sekalipun
·         Jangan mengerjakan hal yang tiada gunanya
Pemilihan momentum adalah penting dalam strategi .Kepekaan tehadap segmentasi dan pengurutan pasar perusahaan Jepang dilekati sikap menghargai fleksibilitas pasar,tidak mencari hanya satu cara terbaik menembus dan memasuki pasaran.
        Perusahaan Jepang kecenderungan menjadi fleksibel berlandaskan kultur mereka.Ciri yang sangat menonjol sebagai gaya pemasaran Jepang adalah kesanggupan untuk memandang seluruh dunia itu sebagai pasaran yang potensial.Kultural dan filsafat mereka menjiwai para eksekutif ,jadi pandangan mereka terhadap pasaran berbeda dengan negara barat .Barat menganggap bahwa berbisnis adalah mencari uang dan laba melulu (business is making money and making  profit only ) dan jadikan kamu sebagai temen terbaiknya (be ones onw best friend).
        Perusahaan jepang sesunguhnya mengikuti suatu cita-cita yang jujur usaha sukses berbisnis teatp tanpa memiliki perasaan hati nurani.Perusahaan Jepang banyak dihabisi waktunya untuk mempelajari pelanggan .Suksesnya jepang sebagai pemasaran global dijuluki dengan The riset sun (negara matahari yang sudah terbit dalam penuh kecerahaan.

        Salah satu ciri menonjol dari pemasaran Jepang adalah kemampuan mereka untuk berfikir secara strategis dan memandang dunia secara keseluruhan ,baik negara maju maupun negara berkembang sebagai pasar potensial.Bangsa Jepang muncul sebagai pemasar dunia yang tiada tandinganya ,dengan makin besarna ekonomi Jepang .Yang merupakan ciri strategi pemasaran global Jepang yang mendukung keberhasilan Jepang seorang ahli pemasaran yang paling disegani dunia yaitu Philip Kolter yang menyebut dua komponen strategi pemasaran global yang menopang kehebatan jepang.
Pemasaran global yang menopang kehebatan Jepang adalah:
·         Alur perluasan pasar global (global market expansion )
·         Pengembangan jaringan pemasaran global (develompment of global marketing network )

        4.        Alur Globalisasi dalam Pemasaran di Jepang

Perusahaan Jepang mengikuti salah satu pola alur penerobosan pasaran luar negri sebagai berikut:
·         Jepang             Negara berkembang        Negara maju (pola I )
·         Jepang             Negara maju         Negara berkembang (pola II )
·         Negara maja             Jepang         Negara berkembang ( pola III )

1.     Model Alur Pola I
Jepang
Negara maju
Negara berkembang
 



Alur ini paling lazim dianut oleh perusahaan mobil,elektronik dan lain-lain.Alur perluasan ini terdiri dari langkah-langkah sebagai berikut:
·         Langkah 1:pasaran dalam negri sebagai pangkalan domestik
·         Langkah 2:negara berkembang sebagai batu loncatan
·         Langkah 3:mengarahkan sasaran pada sasaran Amerika
·         Langkah 4:menerobos pasaran Amerika
        Awalnya perusahaan Jepang mengembangkan pemasaran dalam negeri aja,sekarang mereka berusaha menggantikan barang-barang berasal dari dunia barat, dan membuat barang subsitusi impor ,meskipun menjiplak atau memperolehnya secara lisensi ,dan segera mencaploknya untuk kepentingan mereka.
        Setelah mendapatkan teknologi yang dibutuhkan perusahaan jepang membuat baranbg-barang pasaran dalam negeri dahulu,mereka melakukan persaingan antara mereka dan membatasi investasi asing,Perusahaan Jepang berusaha memperluas pasar dalam negeri  agar mendapatkan Ekonomies of scale dan perusahaan Jepang langsung menguasai hampir seluruh pasaran dalam negerinya,karena perusahaan asing lainnya mendapat hambatan untuk masuk.Meningkatkan pasar mereka industri jepang menekan biaya produksi dan menciptakan keunggulan bersaing di dalam negeri.
        Peningkatan kapasitas penduduk ,maka mereka menciptakan titik kejenuhan pasaran.Pasaran luar negeri sebagai sasaran produksi  sasaran utama adalah negara berkembang,karena negara tersebut mempunyai daya saing dan dapat dipakai sebagai landasan untuk meningkatkan volume dan usaha kemampuan pemasaran.
        Pertengahan tahun 1950-an sepertiga dari nilai ekspor disalurkan ke negara berkembang .Orang Jepang sangat cerdik memilih negara berkembang.sebagai wadah surplus dan landasan untuk percobaan produk dalam pemasaran.barang-barang yang diekspor ke negara berkembang tidaklah sama dengan standar mutu negara barat dengan harga yang lebih murah dan terjangaku oleh negara barat tersebut.
        Perusahaan Jepang memakai negara-negara berkembang sebagai lapangan percobaan sebelum memasuki pasaran yang lebih maju.Percobaan produknya dalam pemasaran seperti Elektronika rumah tangga,alat-alat listrik,sepeda motor,mobil,arloji itulah barang-barang pertama kali yang dijadikan sebagai hasil produksi untuk dipasarkan ke negara-negara yang sedanag berkembang.Pemasaran dilakukan pertama kali dinegara mereka sendri selanjutnya melaju ke negara-negara yang sedang mengalami perkembangan,itu strategi pemasaran Jepang .
        Pengalaman yang di peroleh dalam pasaran luar negri dan perbaikan biaya dari volume yang dijual di negara berkembang maupun peningkatan mutu produk,maka penetrasi Jepang  ke dalam pasaran negara maju bisa terjadi.Sejak berkembang dan maju khususnya Amerika.
Pasaran Amerika menarik perusahaan jepang karena besar dan daya belinya yang tinggi,reputasi dan pengalaman yang di perolehnya memudahkaan penetrasi ke negara Eropa Barat. Pihak jepang memusatkan perhatian pada wilayah geografis yang spesifik dan segmen pasar yang di abaikan oleh Amerika Serikat agar dapat dan memperoleh bagian pasar. Begitu mereka menancapkan kaki mereka, mereka langsung mulai menciptakan produk dan memasuki saluran baru.
        Pasaran Eropa sudah lama menjadi tantangan khususnya bagi perusahaan-perusahaan jepang karena hambatan nasional seperti jarak geografis dan perbedaan kurtural dan kesulitan komunikasi bahasa. Walaupun demikian begitu produk  jepang diterima dipasaran Amerika maka mulailah segala usaha untuk mk melempar produk itu kepasaranEropa dan usaha itu tidaklah terlalu sulit implementasinya.
        Produk jepang yang dengan mantap menerobos pasaran eropa Barat seperti Inggris, Jerman Barat, Prancis,dan Italia. Antara tahun 1960-1979 ekspor jepang ke negara-negara Eropa meningkat dari 13% menjadi 18%. Bahkan antara tahun 1977-1980 ekspor jepang telah menjadi dua kali lipat dan mencapai sekitar US$ 17,3 miliar. Membanjirlah barang-barang jepang di Eropa seperti mobil Datsun, Toyota, Sepeda Motor Honda, Suzuki, TV, Arloji Seiko,dan Citizen dan perlatan
Kantor dari berbagai merek. Tindakan apapun bentuknya tampaknya tidak mampu menghentikan gempuran jepang di Eropa. Eropa dalam tahu-tahun belakang ini sudah menjadi pasaran yang penting bagi jepang seperti mobil Datsun, Toyota, Arloji seiko, Citizen, sepeda motor Honda, Suzuki, dan sampai permesinan untuk pertanian.
        Keberhasilan jepang dipasaran Eropa itu tidak dilandasi konsep”buruh yang murah”, mutu rendah atau “banting harga”(dumping), tetapi keberhasilannya benar-benar didasari perencanaan yang baik dan pelaksanaan strategi pemasaran yang efisien.

 2.     Model Alur Pola II      

Negara Berkembang

Negara Maju
Jepang

       
       
Negara yang sejenis Amerika
Sebagai pasar cobaan
(trial  maekets)
 






        Marilah kita tinjau sejenak industri komputer jepang.Produk komputer di jepang diawali tahun 1958 oleh 6 perusahaan besar yakni : NEC, Fujuitsu, Hitachi, Toshiba, Mitshubihi Electric,dan Oki Electric IBM. Jepang mengizinkan IBM untuk mendirikan cabangnya di jepang dan sebagai imbalannya IBM memberi hak paten pada pabrik jepang untuk memproduksi komponen IBM. Pada saat pihak jepang sudah mampu menguasai teknologi, maka mereka mulai memproduksi komputernya sendiri.
        Fujitsu memilih komputer skala besar yang IBM-compatible sedangkan NEC dan Mitshubihi memusatkan pada produksi komputer skala kecil. Untuk memperoleh bagian pasar (market share) dosmetik,perusahaan jepang memusatkan gempuran pada IBM.
        Mereka memperoleh dukungan pemerintah dengan “buy japan” Bank pembangunan Jepang dan swasta dengan menyediakan dana atas dasar bunga yang rendah.Universitas dan monopoli industrial seperti JTI (Japan Telecommonicatiaon Industry ) menepatkan pesanan mereka pada perusahaan jepang.
        Pasaran domestik perusahaan Jepang tumbuh dengan pesat  walaupun IBM memiliki pasar dunia nomor satu.Dalam usaha memperoleh pasar ,jepang menyandarkan diri pada strategi harga dan distribusi ,Penetrasi ke negara berkembang merupakan kelanjutan penetrasi ke eropa.Jepang memang berusaha menciptakan posisi pasar yang kuat diberbagai negara berkembang hingga mereka menarik manfaat dari pertumbuhan ekonomi yang tinggi negara-negara berkembang.

3.     Model Alur Pola III
Negara Maju
Sebagai pasar
sasaran
Pasar Negara
Berkembang

Pasar Jepang


 


 
        Jepang mengikuti alur atau urutan parluasan terdahulu  dan Jepang mengembangkan produk dinegerinya sendir
i meskipun belum ada pasaran atau dimana permintaan masih kecil.contohnya seperti videotape recorders (VTR’S) ,dan lain-lain.VTR merupakan terobosan teknologis ,diekspor ke Amerika tahun 1964 dan waktu itu permintaan cukup besar adanya.dan baru setelah empat tahun kedepan pasaran Jepang mulai memiliki model zig-zag.

4.     Jaringan Kerja

        Pasaran global Jepang tidak bisa tercapai tanpa adanya jaringan pasar global yang matang,Jepang memerlukan sekitar tiga dekade untuk bisa mengembangkan jaringan pemasaran global yang efisien.

Tahapan dalam proses untuk bisa menjadi internasional.

Tahap  I           :Perusahaan Dagang sebagai ujung tombak.
Tahap  II         :Mencarialternatif yang lebih baik.
Tahap  III        :Mendirikan organisasi penjualan setempat
Tahap  IV        :Produksi lokal di negara berkembang
Tahap  V         :Produksi Lokal di negara maju
Tahap  VI        :Menuju pasaran global

·        
Pengencer

Grosir luar
Negri
Perusahaan
dagang
Jepang
Perusahaan Jepang mengawali kegiatan ekspornya dengan memanfaatkan perusahaan dagang besar Jepang (shogososha),perusahaan ini mengenal lingkungan sosial ,kebiasaan bisnis ,prosedur pemerintah dan bahasa negara tuan rumah,banyak macam barang dan luas liputan geografisnya,perusahaan bisa melakukan penghematan melalui perasinya dan mengenai produk dan peluang pasar baru yang ada dipasaran negara tuan rumah

 



·         Perusahaan Jepang dengan langsung mencari distributor lokal daripada memakai perantara dagang,atau dengan mendirikan organisasi penjualan dinegara tuan rumah .Menggunakan strategi memerlukan distributor yang mempunyai dana yang cukup besar .perusahaan yang memasuki pasaran Amerika harus mempunyai pengalaman pasar yang mantap.
Produsen Lokal
Pengencer
Distributor Lokal
yang independen
Jepang

 

      



·        
Mendirikan cabang penjualan luar negri dan jaringan distribusi
Pengencer
Jepang
Perusahaan Jepang mengadakan perubahan dalam perjanjian dengan perusahaan dagang atau distributor lokal atau pendirian cabang penjualan luar negrinya dan jaringan distribusinya sendiri.setelah mendirikan perusahaan penjualan mereka berhasil mengembangkan jaringan dialer di pasaran .



·         Tahun 1970-an terjadi perubahan dalam perekonomian dunia dan perpolitikan global yang mempengaruhi perusahaan Jepang.Faktor yang mempengaruhinya adalah
a.       Pasaran dalam negeri menjadi kurang terlindungi sebagai akibat tekanan dari pemerintah luar negeri.
b.      Revaluasi Yen menyebabkan berkurangnya kemampuan bersaing dalam pasaran dunia.
Cabang
Penjualan
Dan Jaringan
distribusi
Perubahan yang mendadak memaksa perusahaan Jepang keunggulan untuk bersaing.Dalam tahun 1971 pabrik Jepang diasia mencapai 42% .Mempertahankan diri dari proteksionalisme dijalankan pemerintahan setempat.

Jepang
Pengencer

Produksi
lokal
 
 



·         Perusahaan Jepang mulai mempertimbangkan produksi lokal negara maju,setelah empat tahap sebelumnya,pihak jepang mulai mendirikan pabrik setempat dengan membeli pabrik .berbagai macam jenis pabrik Jepang berkembang dengan baik.dan mendirikan diberbagai cabang negara lain.
·        



Perusahaan Jepang mendirikan pabrik diseluruh dunia
jepang
Produksi
lokal
Pengencer

Cabang
Penjualan
Dan jaringan
distribusi
 ,dan mereka sudah mengenal teknik-teknik pemasaran yang baek dan membedakan fungsi produksi dan hubungan multinasional dalam produksi mulai tampak dan melaksanakan multinasional menarik manfaat economies of scale.

Kajian Pemasaran Jepang dari Awal mula hingga Berkembang meskipun Mengalami Pasang Surut dan Jenis Perusahaan yang Berkembang Pesat karena Adanya Jiwa Pemasaran yang Baek di Jepang
       
         Tiga Prinsip Pemasaran Beberapa aspek pemasaran yang diterapkan di Jepang, antara lain : mengimpor buku-buku pemasaran yang berasal dari negara barat (dalam hal ini Amerika Serikat) kemudian menerjemahkan ke dalam bahasa Jepang, mengirim beberapa tim pengusaha Jepang menuju Amerika serta belajar dan menyesuaikan dengan segala ilmu pemasaran yang berlaku.
        Jepang memiliki kemampuan memasarkan produknya ke negara lain secara komersial. Sistem pemasaran yang efektif menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi di negara tersebut. Jepang membuktikan mereka dapat menembus semua pasaran termasuk negara-negara yang bermusuhan dengannya. Sentimen kebencian terhadap kekejaman Jepang tidak sedikit pun memengaruhi produk yang dihasilkan. Sebaliknya, produk-produk Jepang digunakan secara bebas di negara yang dulu pernah dijajahnya. Jepang seolah-olah hendak menebus dosa dengan membantu dan memimpin pembangunan kembali perekonomian Asia.
        Sebagai fakta yang terjadi pada negara Jepang adalah beberapa perusahaan Jepang seperti Hitachi serta Toshiba dimana mereka membuat beberapa cabang serta anak perusahaan guna menjalankan beberapa kegiatan yang terkait dengan pemasaran serta penjualan barang yang terbagi atas dua bagian : dalam negri serta luar negri. Masing-masing fungsi itu dipisahkan agar dapat melayani konsumen didalam serta diluar negri.
        Pada negara Jepang sendiri, bermunculannya pusat perbelanjaan dengan sistem diskon serta pemasaran yang luas sehingga menjamin penjualan yang cepat. Selain bermunculannya pusat perbelanjaan, waralaba juga mulai tumbuh subur dimana waralaba ini bercorak vertikal yang terlihat dari bisnis penjualan mobil yang dikelolanya. Sistem ini bergerak dari produsen ke konsumen, sebagai contoh konsumen mobil yang menerapkan harga tetap pada setiap produk yang dijualnya. Agen periklanan di Jepang juga merupakan agen yang terbesar didunia yang dikenal dengan Dentsu.
        Salah satu fakta menarik dari sistem pemasaran Jepang adalah tidak meniru dunia barat secara utuh tetapi menyaring budaya tersebut melalui menjepangkan pemasaran dunia barat dengan cara mempelajari cara-cara menyelaraskan fungsi pemasaran serta memperbaiki kaidah pengembangan barang. Belajar pemasaran dari negara Jepang akan membuat kita mempelajari kesuksesan yang telah diaplikasikan para pelaku bisnis pada negara tersebut.
        Manajemen Pemasaran Global Manajemen Pemasaran Global adalah Disiplin ilmu universal dapat diterapkan dimana saja, baik di Amerika atau di Jepang.Kebiasaan pemasaran bervariasi dari satu negara ke negara lain. Konsep Pemasaran  Sekitar tahun 1960-an ( fokus dari produk ke pelanggan dengan tujuan laba dengan konsep yang lebih luas mencakup seluruh bauran pemasaran.Tahun 1990 ) konsep pemasaran strategis, dengan konteks lingkungan eksternal yang lebih luas seperti pelanggan, persaingan, kebijakan dan peraturan pemerintah, ekonomi secara luas, dan tekanan ekonomi makro yang membentuk evolusi pasar.Selain itu tujuan pemasaran yang berubah secara drastis, dari laba ke keuntungan bagi pemercaya (stakeholder).

1. Nilai Pelanggan dan Persamaan.
2. Nilai Keunggulan Kompetitif atau Diferensial
3. Nilai Fokus Pentingnya Pemasaran Global

 
Hal yang mendorong diantaranya adalah
·         kebutuhan dan keinginan pasar
·         teknologi
·         perbaikan transportasi
·         biaya
·         kualitas
·         perdamaian global
·         pertumbuhan ekonomi dunia, mengenali peluang untuk mengembangkan daya tuas global .
         Hal yang menghambatnya adalah
·         perbedaan pasar
·          kecadokan manajemen
·         budaya organisasi,kendali nasional Global Marketing
 memberikan Anda pemahaman yang komprehensif tentang teori dan praktek pemasaran konsumen global dan-untuk-bisnis pemasaran bisnis pada tingkat lanjutan.
         Ini akan memberi Anda baik tertentu dan dapat dipindahtangankan keterampilan, dan berbagai teknik analisis yang efektif diperlukan untuk manajemen pemasaran yang efektif taktis dan strategis. Modul termasuk Strategis Organisasi, New Media dan Social Network Marketing, dan Global Manajemen Account. Master of Science (MSc) dalam Pemasaran Global Tujuan program ini adalah untuk memberikan Anda pemahaman yang komprehensif tentang teori dan praktek pemasaran konsumen global dan pemasaran bisnis-ke-bisnis pada tingkat lanjutan.
         Anda akan menguasai peran keterlibatan dalam pasar yang berbeda, serta mengembangkan apresiasi terhadap peran pemasaran model teoretis dalam merumuskan strategi organisasi. Anda juga akan belajar tentang bagaimana mengelola sumber daya organisasi global dan perubahan, dan kamu akan memahami teori dan praktek yang berkembang seputar pengelolaan orang di budaya yang berbeda. Modul Core termasuk Strategis Organisasi, Mengelola Keuangan, Bisnis Internasional dan Emerging Markets, Mengelola dalam Konteks Multikultural, Manajemen Pemasaran, dan Riset Pemasaran.
         Anda kemudian akan mengkhususkan diri dengan memilih untuk belajar dua dari empat modul berikut elektif: Perilaku Konsumen, Pemasaran Jasa, New Media & Social Network Marketing, dan Global Manajemen Account. Anda akan menyelesaikan gelar Anda dengan disertasi asli. Anda harus lulus dengan keterampilan pribadi dan bisnis dan pengetahuan khusus yang dibutuhkan untuk berbagai pemasaran global dan posisi manajemen di kedua sektor swasta dan publik. Anda juga harus dilengkapi untuk memahami dan menerapkan informasi pemasaran di lebih posisi manajemen umum. Dalam hal apapun.
        Anda akan sepenuhnya siap untuk memberikan kontribusi positif bagi organisasi yang beroperasi di lingkungan yang multikultural. Manajemen Pemasaran Global Manajemen Pemasaran Global adalah Disiplin ilmu universal dapat diterapkan dimana saja, baik di Amerika atau di Jepang.Kebiasaan pemasaran bervariasi dari satu negara ke negara .
        Ada dua manfaat yaitu mengambil manfaat dari peluang untuk pertumbuhan dan ekspansi dan untuk bertahan hidup.
Orientasi Manajemen
·         Etnosentris
·         Polisentris
·         Regiosentris
        Perusahaan Jepang mempunyai sistem manajemen pemasaran yang bagus dan mantap sehingga perkembangan perusahaan Jepang sangat baek,karena keseimbangan tersebut petumbuhan ekonomi masyarkat Jepang tetap stabil.Secara garis besar jepang saat ini sudah menguasai pasaran dunia karena manajemen pemasarannya yang memiliki scandal yang bagus.

       
        Diatas telah dijelaskan kenapa manajemen pemasaran Jepang berkembang dengan baek,meskipun mengalami masa suram saat memasarkan hasil prosuksi tetapi Jepang tidak pernah goyah dan terus bersemangat dan belajar untuk mencapai perekonomian yang sejahtera.telah dikaji dari awal hingga jepang bisa mencapai masa sukses dalam memasarkan hasil produksinya keseluruh dunia.
        Sekarang kita mencoba membahas apa itu pemasaran,pemasaran yang seperti apa harus kita lakukan dengan baik,peranan pemasaran itu sendiri untuk hasil produksi,dan sebagainya agar negara kita juga bisa sukses melebehi Jepang.
1.      Pengertian Pemasaran
        Ketika ditanyakan kepada sejumlah orang tentang pengertian pemasaran, ternyata diperoleh jawaban yang berbeda-beda. Ada yang menjawab bahwa pemasaran adalah perpaduan antara penjualan, perikalanan dan hubungan masyarakat. Sebagian lagi menjawab pemasaran adalah salah satu dari ketiganya. Ada pula yang mengira bahwa pemasaran adalah sama dengan penjualan dan promosi. Hanya sebagian kecil yang memberikan arti lebih luas, yang menjelaskan bahwa pemasaran mencakup kegiatan mengidentifikasi kebutuhan konsumen, riset pemasaran, pengembangan produk, penetapan harga, pendistribusian dan promosi.
        Di samping itu banyak orang mengira bahwa pemasaran dilaksanakan dan dipraktekkan hanya oleh perusahaan-perusahaan besar di negara kapitalis, seperti Kodak, IBM, Coca Cola dan sebagainya.
        Padahal dalam kenyataannya sekarang, pemasaran diterapkan secara luas dalam masyarakat, bukan saja di sektor organisasi bisnis, tetapi juga di sektor-sektor organisasi non bisnis.
      Di kalangan para ahli, banyak pula di kemukakan definisi tentang pemasaran, yang satu sama lain kelihatan agak berbeda. Adanya perbedaan ini disebabkan mereka meninjau pemasaran dari segi yang berbeda-beda, ada yang menekankan segi fungsi, segi kelembagaan, ada pula yang meninjau sebagai suatu sistem, dan sebagainya. Berikut ini akan ditelaah pegertian pemasaran, baik ditinjau dari ruang lingkup kemasyarakatan maupun organisasi usaha (bisnis).

1.1  Pemasaran dalam lingkup kemasyarakatan
        Pengertian pemasaran tidak terbatas hanya dalam dunia bisnis saja. Pemasaran ternyata dapat mempunyai banyak makna yang lebih luas, yang mencakup makna kemasyarakatan. Untuk memahami itu, dapat kiranya kita simak definisi pemasaran yang diberikan oleh Philip Kotler sebagai berikut :
“Pemasaran adalah kegiatan manusia yang diarahkan pada usaha untuk memuaskan keinginan (wants) dan kebutuhan (needs) melalui proses pertukaran.
        Berdasarkan pada definisi di atas dapat disimpulkan bahwa titik tolak pemasaran terletak pada kebutuhan dan keinginan manusia. Kebutuhan dan keinginan manusia dapat dipenuhi oleh adanya produk atau sumber-sumber (resources) atau alat pemuas (satisfier). Produk tersebut dapat berupa benda, jasa, kegiatan (activity) orang (person), tempat, organisasi, atau gagasan (idea). Seseorang yang ingin melenyapkan kesedihannya dapat dipenuhi dengan merokok (benda), menonton film (jasa), melakukan jogging (kegiatan), mengunjungi ahli terapi (orang), pergi ke Bali (tempat), ikut arisan (organisasi), atau menekuni/ mengikuti/ menganut falsafah hidup tertentu (idea).
        Adanya kebutuhan dann keinginan beserta alat pemuasnya saja belum cukup menciptakan pemasaran. Pemasaran ada apabila orang memutuskan untuk memuaskan kebutuhannya dengan cara yang disebut pertukaran (an exchange). Pertukaran ini akan benar-benar terlaksana atau tidak, tergantung pada pemenuhan dari syarat-syarat sebagai berikut : |
a)
      Terdapat dua belah pihak
b)     
Masing-masing pihak mempunyai sesuatu yang bernilai bagi                    pihak lain.
c)
     Masing-masing pihak mampu berkomunikasi dan menyejah terimakan sesuatu yang bernilai tersebut.
d)   
 Masing-masing pihak berhak untuk menerima atau menolak terhadap sesuatu yang bernilai tersebut.

        Pertukaran merupakan salah satu diantara empat cara seseorang untuk dapat memperoleh produk yang mampu memuaskan kebutuhan manusia. Ketiga cara lainnya ialah :
 (1) memproduksi sendiri
 (2) melakukan paksaan, misalnya merampas
 
(3) memohon/ meminta, misalnya mengemis. Jadi jelas bahwa pertukaran merupakan inti pokok dari pada pemasaran.
         Pemasaran akan menyangkut beberapa hal
 
(1) pemasaran.
 
(2) apa yang dipasarkan.
 
(3) pembeli (pasar sasaran).
Apabila ditinjau dari luang lingkup kemasyarakatan, maka ketiga hal tersebut di atas hendaknya juga diberikan arti yang luas.
Pemasar, disamping badan usaha bisnis, dapat pula berupa organisasi universitas, serikat buruh, dan organisasi non profit lainnya.
Apa yang dipasarkan, disamping berupa barang dan jasa, dapat pula misalnya para pemberi dana untuk PMI, anggota serikat buruh, dan sebagainya.
Pembeli (pasar sasaran), dapat berupa pembeli yang ada atau pembeli potensial yang diharapkan akan membeli diwaktu yang akan datang.

1.2  Pemasaran dalam lingkup organisasi usaha (bisnis)
         Bagi orang yang mengetahui hanya serba sedikit tentang pemasaran dalam lingkup organisasi usaha (bisnis), pemasaran sering diartikan hanya sebagai kegiatan penjualan, atau perdagangan, atau distribusi, atau hanya periklanan saja. Sedangkan masing-masing kegiatan tersebut sebenarnya hanya merupakan salah satu saja dari kegiatan-kegiatan pemasaran. Sebenarnya pemasaran dimulai sejak sebelum barang diproduksi, bukan dimulai pada saat produksi selesai, juga tidak berakhir dengan kegiatan penjualan. Dengan demikian, pemasaran mempunyai pengertian yang jauh lebih luas. Berikut ini adalah definisi pemasaran bisnis sebagai suatu sistem yang diberikan oleh W.J. STANTON.
        Pemasaran adalah sistem keseluruhan dari kegiatan usaha yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan, mendistribusikan barang dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan, kepada pembeli yang ada maupun pembeli potensial.
Definisi tersebut di atas akan memiliki pengertian-pengertian sebagai berikut :
a).Definisi tersebut merupakan definisi sistem dan bersifat manajerial
                           b).Seluruh kegiatan usaha tersebut harus diorientasikan ke arah kepuasan kebutuhan pembeli/ konsumen.
c).
Definisi tersebut menyarankan agar pemasaran merupakan suatu proses usaha yang dinamis, proses yang menyeluruh dan terintegrasi, bukan sekedar menunjukkan penggolongan lembaga dan fungsi-fungsinya saja.
Pemasaran bukanlah sekedar sebuah kegiatan saja, bukan pula sekedar sekumpulan kegiatan, tetapi merupakan interaksi dari banyak kegiatan.
d).
Program pemasaran bermula dari suatu ide tentang produksi dan tidak berakhir sampai kebutuhan konsumen terpenuhi. Kadang-kadang terjadi sesudah penjualan dilakukan.
e).
Definisi tersebut menghendaki bahwa agar berhasil, pemasaran harus dapat memaksimalkan yang menguntungkan untuk jangka panjang. Jadi perusahaan harus memberikan kepuasan kepada langganan agar terjadi pembelian ulang.

B. Peranan Pemasaran Masa Kini

1.      Sejarah Pemasaran

        Pemasaran tumbuh dan berkembang sebagaimana masyarakat tumbuh dan berkembang, yang dimulai dari sebuah tahap perekonomian yang mendasarkan pada pertanian dan pemenuhan kebutuhan sendiri menjadi tahap perekonomian yang mendasarkan pembagian tugas/ spesialisasi pekerjaan kemudian industrialisasi dan urbanisasi.
        Secara terperinci tahap-tahap tersebut adalah sebagai berikut :
        Tahap pertama yaitu ketika satuan keluarga masih membuat sendiri segala kebutuhan hidupnya, seperti menanam sendiri untuk memenuhi kebutuhan pangannya, membuat pakaian dan perabot-perabot lain sendiri untuk memenuhi hajat hidupnya (produksi sendiri untuk dikonsumsi), maka pada tahap ini dalam masyarakat tersebut belum ada pemasaran sebab tidak terjadi pertukaran.           
        Tahap kedua adalah tahap beberapa satuan keluarga berusaha bersama-sama dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, misal ternak dan tanah ladang dikelola bersama untuk memenuhi hidup mereka. Dalam tahap ini yang disebut sebagai tahap pemilikan bersama, juga tidak terjadi pertukaran sehingga belum ada pemasaran.
        Tahap ketiga adalah tahap barter sederhana, yang dimulai dengan timbulnya pembagian tugas/ spesialisasi pekerjaan. Dalam masing-masing kelompok keluarga/ masyarakat tertentu akan menghasilkan barang yang berlainan, dengan demikian disatu kelompok keluarga/ masyarakat tertentu akan merasa kelebihan/ surplus barang tertentu dan sebaliknya di kelompok keluarga/ masyarakat lain merasa kekurangan jenis barang yang lain. Oleh karenanya, untuk memenuhi kebutuhan hidupnya mereka saling mengadakan pertukaran. Pada saat inilah dimulai walau secara sederhana.
        Tahap keempat adalah tahap pasar lokal, yang terjadi setelah adanya spesialisasi dan barter dari berbagai barang pada tempat tertentu. Mula-mula pasar ini muncul hanya pada hari-hari tertentu, namun dalam perkembangannya menjadi suatu pasar yang permanen yang berfungsi sebagai lembaga khusus dalam mempermudah pertukaran.
        Tahap kelima merupakan tahap ekonomi uang. Tahap ini muncul karena dirasakan sering timbul masalah dalam menghadapi suatu barang-barang ekonomis yang apabila dipertukarkan akan mempunyai nilai yang relatif sangat berbeda dan tidak dapat dibagi-bagi. Untuk mengatasi masalah ini akhirnya berkembang suatu alat pertukaran yang bentuknya bermacam-macam, mulai dari kerang, mutiara, kulit, dan berbagai macam bentuk logam (tembaga, perunggu, besi dan akhirnya perak dan emas). Dengan digunakannya alat penukar sebagai nilai ini maka proses pertukaran barang menjadi lebih efisien.
        Tahap keenam, yaitu tahap kapitalisme muda merupakan tahap kelanjutan dari tahap ekonomi uang. Dengan adanya alat penukar atau uang mengakibatkan beberapa orang berhasil dalam mengumpulkan kekayaan. Para pemilik kekayaan ini
        Tahap keenam, yaitu tahap kapitalisme muda merupakan tahap kelanjutan dari tahap ekonomi uang. Dengan adanya alat penukar atau uang mengakibatkan beberapa orang berhasil dalam mengumpulkan kekayaan. Para pemilik kekayaan ini (para kapitalisme muda) mulai mengorganisir para pekerja ke dalam satuan-satuan produktif, baik di bidang pertanian atau kerajinan. Hasil produk ini dijual kepada para konsumen dengan tanpa merk maupun periklanan. Hal ini terjadi karena jumlah permintaan lebih besar daripada jumlah penawaran. Sehingga dalam tahap ini pemasaran dipandang sebagai pemindahan barang dari produsen ke konsumen.
        Tahap ketujuh adalah tahap produksi masa. Dalam tahap ini produsen kecil mulai membuat barang dalam jumlah besar. Mereka berproduksi untuk memenuhi kebutuhan yang akan datang, maka mulailah muncul kegiatan usaha untuk membantu menjualkan kelebihan hasil produksi tersebut, yaitu sebagai perantara antara produsen dengan konsumen yang sering disebut pedagang.
Disamping mulai digunakannya perantara, pada tahap ini juga mulai menjalankan praktek pemasaran modern, seperti pemberian merk, pembungkusan, pengiklanan, dan sebagainya untuk menjaring dan membangun preferensi konsumen. Hal ini dilakukan oleh para produsen karena semakin berkembangnya perusahaan-perusahaan besar sebagai akibat timbulnya teknologi transportasi dan komunikasi yang semakin maju serta pesatnya pertumbuhan penduduk.
Tahap kedelapan adalah tahap masyarakat makmur. Dalam tahap ini sudah banyak masyarakat yang memiliki uang diatas kebutuhan pokoknya. Sehingga mereka ini merupakan pasar potensial bagi barang dan jasa yang dapat memenuhi kebutuhan psikologis dan sosial. Oleh karenanya disini para produsen lebih banyak memberikan perhatian pada perbedaan keinginan segmen-segmen pasar dengan melalui riset pemasaran.

             
                                                 KESIMPULAN

        Manajemen pemasaran yang dilakukan negara jepang untuk hasil
produktifitasnya,agar dapat kita mengetahui dan lebih jelas bagaimana jepang melakukan manajemen pemasaranya dan meningkatkan produktifitasnya hingga berhasil menjadi negara yang makmur dalam bidang produksinya dan ekonominya.       

        Funsi pemasaran sama pentingnya dengan fungsi produksi dan keuangan ,dalam perusahaan indusrti besar produk yang sangat diversifikasi ,maka konsep produk diutamakan kemampuan pemasaran dalam tiap hasil produksi ,guna menjembatani kegiatan bisnis yang meningkat dalam pasaran internasional.Divisi internasional menyerap strategi pemasaran .

        Salah satu fakta menarik dari sistem pemasaran Jepang adalah tidak meniru dunia barat secara utuh tetapi menyaring budaya tersebut melalui menjepangkan pemasaran dunia barat dengan cara mempelajari cara-cara menyelaraskan fungsi pemasaran serta memperbaiki kaidah pengembangan barang. Belajar pemasaran dari negara Jepang akan membuat kita mempelajari kesuksesan yang telah diaplikasikan para pelaku bisnis pada negara tersebut.

       
Jepang memiliki kemampuan memasarkan produknya ke negara lain secara komersial. Sistem pemasaran yang efektif menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi di negara tersebut. Jepang membuktikan mereka dapat menembus semua pasaran termasuk negara-negara yang bermusuhan dengannya.

        Dengan manajemen pemasaran yang baek hingga jepang meraih sukses dalam bidang perekonomianya.


                                           
                                            
                                               DAFTAR PUSTAKA

B.N.Marbun.S.H.,Manajemen Jepang.,PT Pustaka Binaman Pressindo,P.T.Djaya Pirusa.1983.
Bob.Widyahartono.,Belajar dari Jepang.,Salemba Empat,.Jakarta 2023.
http://www.blogspot.Erymaketer.blog spot.com
http://www.blogspot.Bussinesslonge.co/?p=5861
http://www.Erni-widiastuti.blogspot.com/2011/10.manajemen pemasaran.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar